Sejarah pertandingan Sabung Ayam Di Indonesia

10 May 2018 12:41
Tags

Back to list of posts

Permainan sabung ayam adalah satu rutinitas jaman dahulu yang biasanya akan mengadu sesama tipe ayam jantan. Di mana permainan itu bisa dijelaskan sudah mempunyai rutinitas sendiri di semuanya penjuru Indonesia yang sangat popular sejak mulai jaman nenek moyang kita di Indonesia. Arti Sabung Ayam tidak hanya adu ayam saja, tetapi sudah jadi rutinitas di masing - masing daerah di Indonesia yang sudah di wariskan dengan turun temurun. Namun dengan perubahan jaman yang sudah semakin canggih, sabung ayam sekarang ini sudah menjadikan satu arena pertaruhan dengan sebagian taruhan uang.

Dengan dibukanya satu arena laga sabung ayam, tentunya pemerintah Indonesia demikian melarang semuanya tipe pertaruhan di Indonesia. Karna momen itu banyak dari aparat kepolisian setempat yang sudah mengetahui ada satu lokasi atau arena pertaruhan sabung ayam, begitu tegas aparat kepolisian anda selekasnya menangkap sebagian pemain yang sudah berkumpul sekitaran arena sabung ayam itu.

Banyak daerah di Indonesia yang menjadikan sabung ayam jadi rutinitas yang sudah ada di Indonesia sejak mulai sebagian ratus th. masa dulu dengan bermacam type sebutan di grup beberapa orang setempat. Harusnya sabung ayam itu harus lebih di perhatikan lagi pada pertaruhan dan rutinitas/ritual agama. Sabung ayam awalannya yakni digunakan untuk satu acara ritual dalam keagamaan, walaupun itu berbarengan dengan mengembangnya waktu untuk waktu sampai saat ini rutinitas itu sudah jadi arena pertaruhan yang dapat mempertaruhkan sebagian uang tentunya.

Itu Yakni Beberapa rutinitas sabung ayam di Indonesia :

1. Jawa
Sejarah sabung ayam di jawa datang dari cerita rakyat yaitu Cindelaras. Di mana Raja Jenggala yang memutuskan untuk mengadu ayam sakti Cindelaras dengan ayam miliknya. Dalam satu pertarungan yang apabila ayam Cindelaras kalah jadi dia harus dihukum pancung tetapi apabila menang jadi 1/2 dari kekayaan Raja Jenggala bisa jadi miliki Cindelaras. Pertarungan sabung ayam juga dengan diawali mengatakan bila ayam Cindelaras bisa mengalahkan ayam miliki sang raja Jenggala hanya kurun saat singkat. Selanjutnya Raja Jenggala mengakui kehebatan ayam miliki Cindelaras dan mengakui bila dia yakni putranya yang lahir dari permaisurinya yang telah di asingkan karna rasa iri dari selir kerajaan.

Kenyataannya sabung ayam juga melakukan tindakan butuh dalam pembentukkan politik di tanah jawa ini, pasalnya dahulu kala ada satu kerajaan Singosari buat sabung ayam dan dalam acara itu dilarang membawa senjata apapun juga salah nya adalah keris.

Anusapati yang berencana untuk ikuti acara sabung ayam itu, namun sang ibu yaitu Ken Dedes yang menasihatinya agar tidak melepas keris yang melekat di tubuhnya. Saat itu acara sabung ayam sudah jalan dan Anusapati melepas keris yang dibawanya dan kenyataannya saat itu jalan kekacauan yang demikian besar sampai menewaskan Anusapati yang dibunuh oleh Tohjaya yang dimaksud adik kandung Anusapati.

2. Bugis
Dalam beberapa orang bugis kenyataannya sabung ayam juga sudah jadi satu rutinitas yang sudah dikenal lama dan sudah melekat hingga sekarang ini. Menurut Gilbert Hamonic bila beberapa orang bugis popular dengan mitologi ayamnya, hal seperti ini dapat dibuktikan dengan pemberian gelar pada Sultan Hasanudin yaitu Haanties Van Het Oosten yang berarti Ayam Jantan dari Timur.

Tokoh Sawerigading yang dimaksud tokoh paling penting dalam epic mitik demikian sukai pada sabung ayam, hal seperti ini sudah diceritakan dalam kitab La Galigo. Di mana dalam kitab itu juga sudah diceritakan bila orang jaman dahulu yang dijelaskan belum pemberani apabila belum memiliki kebiasaan berjudi, minum arak, dan adu ayam atau taruhan sabung ayam, sampai seseorang harus bisa tunjukkan ke-3 hal tersebut apabila inginkan dijelaskan pemberani.

3. Bali
Beberapa orang Bali sering menyebutkan sabung ayam jadi Tajen yang datang dari Tabuh Rah yang dimaksud satu di antara upacara rutinitas beberapa orang Hindu. Di mana upacaya ini memiliki maksud untuk mengagungkan dan mengharmoniskan hubungan manusia dan Buddha yang agung, Dalam upacara ini biasanya menggunakan beberapa hewan peliharaan untuk di kurbankan seperti kerbau, babi, itik, ayam, dan binatang ternak yang beda. Langkah pengorbanan hewan - hewan ini yaitu dengan menyembelih bagian leher binatang setelah dibacakan mantra oleh pemuka agama. Upacara rutinitas yang menggunakan sabung ayam yaitu Lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam dalam upacara rutinitas ini memiliki maksud untuk buat pertarungan suci dan kenyataannya rutinitas ini telah ditangani sejak mulai jaman purba. Hal seperti ini berdasarkan pada dari Prasasti Batur dan Prasasti Batuan pada th. 944 saka.

Terima kasih sudah bertandang ke artikel kami, semoga dapat berikan anda informasi serta fikiran tetang “ sejarah pertandingan sabung ayam di Indonesia “.

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License